Bagaimana Cara Membuat Anak Mau Pergi Ke Dokter Gigi Jogja?

August 15, 2021 By Indah Handikasari 0

Mengajak anak untuk pergi ke dokter gigi Jogja merupakan hal yang tidak mudah. Meski di kota besar seperti Jogja sudah banyak bermunculan klinik gigi berkualitas namun hal tersebut tidak membuat rasa takutnya berkurang.

Anak-anak cenderung tahu dan menghindari klinik dokter gigi manapun. Bahkan kadang mereka sudah langsung menolak ketika akan diajak. Oleh sebab itu, para orang tua harus pintar-pintar membujuk agar mau diperiksa.

Tips Mengajak Anak Periksa Gigi

Mengajak anak ke dokter gigi bisa sangat merepotkan karena biasanya mereka akan menolak atau bahkan menangis. Oleh sebab itu, supaya tidak mengalami tantrum saat akan dibawa ke dokter maka tidak ada salahnya bagi orang tua untuk menerapkan berbagai tips di bawah ini.

1. Biasakan sejak kecil

Agar mengurangi rasa takut saat pergi ke dokter maka orang tua harus membiasakan anak untuk periksa gigi ke dokter sedini mungkin. Jika dibiasakan sejak kecil pergi ke dokter setiap 3-6 bukan sekali maka ketika mereka sudah besar maka sudah terbiasa sehingga tidak merasa takut lagi.

Kebanyakan mereka diajak orang tuanya pergi ke dokter gigi pertama kali saat usia 5 atau 7 tahun  sehingga jelas mereka akan ketakutan. Namun jika sejak balita sudah dibiasakan pergi ke klinik gigi dan bertemu dengan dokter maka hal tersebut bisa diminimalisir.

2. Jangan beri banyak informasi

Anak-anak adalah pribadi yang serba ingin tahu. Ketika Anda membawanya ke dokter gigi terutama untuk pertama kali tentu mereka akan banyak bertanya. Agar mereka tidak terlalu banyak bertanya soal prosedur yang akan dilakukan sebaiknya orang tua hanya memberitahukan detail pentingnya saja seperti prosedur utama yang akan dilakukan.

Hal ini bertujuan untuk menjaga sifat positif sekaligus mencegah munculnya rasa cemas. Akan tetapi perlu diingat meski harus tetap menjaga sikap positif sebaiknya orang tua tidak memberikan harapan palsu.

Hindari ucapan semua akan baik-baik saja atau berjanji tidak akan terasa sakit saat diperiksa. Jika ternyata nantinya anak merasakan sakit saat diperiksa maka di masa depan orang tua bisa kehilangan kepercayaan mereka. Oleh sebab itu, usahakan untuk mengatakan hal seperlunya saja.

3. Biarkan dokter yang menjelaskan

Jika mereka terus bertanya maka sebaiknya biarkan dokter atau petugas kesehatan saja yang menjelaskan prosedurnya ke mereka. Sebagai tenaga kesehatan biasanya mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi pasien anak terutama bagi dokter. Selain itu, penjelasan dari seorang ahli tentu akan jauh lebih bisa dipercaya.

4. Hindari memberikan hadiah

Kadang-kadang ada orang tua yang memberikan hadiah setelah pergi ke dokter gigi. Hal ini sebaiknya tidak dilakukan karena menurut beberapa ahli justru akan membuat anak merasa terbebani.

Orang tua disarankan untuk memuji keberanian mereka setelah diperiksa oleh dokter dan tidak memberikan hadiah apapun terutama berupa makanan. Anda boleh memberikan hadiah namun sebaiknya jangan terlalu berlebihan atau terlalu sering.

5. Berikan pemahaman tentang kesehatan gigi

Kebanyakan orang tua hanya memerintahkan untuk membersihkan gigi tanpa pernah memberitahukan pentingnya merawat serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini sebenarnya kurang baik karena anak tidak akan paham alasan kenapa harus sering memeriksakan diri ke dokter.

Dengan begitu, anak-anak tidak perlu takut diajak ke dokter gigi Jogja lagi. Jika Anda belum memiliki rekomendasi klinik maka sebaiknya cobalah klinik Opal Dental Indonesia. Sebagai salah satu klinik terkemuka, kualitas pelayanan di sana sudah tidak perlu diragukan lagi.